Pemerintah Kantongi Rp 462,7 Triliun dari Pajak dan Bea Cukai hingga Maret 2026
![]() |
| Sumber: google.com |
Pemerintah telah mengantongi Rp 462,7 triliun dari sektor perpajakan pada periode Januari-Maret 2026. Pendapatan pajak naik, meski kepabeanan dan cukai justru terkontraksi.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan InformasiKementerian Keuangan, Deni Surjantoro meneramgkan pendapatan sektor perpajakan memgalami kenaiman 14,3% dari periode yang sama 2025.
"Penerimaan Perpajakan mencapai Rp 462,7,0 triliun (setara) 17,2% APBN tumbuh 14,3% (yoy)," kata Deni dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Rinciannya, penerimaan dari pajak mencapai Rp 394,8 triliun atau setata dengan 16,7% APBN. Pendapatan dari pajak ini tumbuh cukup kuat dengan peningkatan 20,7% dari kuartal I-2025 lalu.
"Pertumbuhan ini didukung oleh perbaikan aktivitas usaha, harga komoditas yang tetap mendukung, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta transformasi digital administrasi perpajakan yang terus diperkuat," jelas Deni.
Adapun, penerimaan dari Kepabeanan dan Cukai tercatat sevesar Rp 67,9 triliun atau 20,2% APBN. Angka tersebut mengalami kontraksi atau turun sebesar 12,6% secara tahunan.
"Capaian ini memberikan kontribusi penting dalam menopang penerimaan negara, sekaligus mendukung pengelolaan perdagangan dan perlindungan industri domestik," ujar Deni.
APBN Kantongi Pendapatan Rp 574,9 Triliun
Sebelumnya, Pemerintah mengantongi pendapatan sebesar Rp 574,9 triliun pada kuartal I-2026. Sektor perpajakan menjadi kontributor terbesar hingha 31 Maret 2026.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan InformasiKementerian Keuangan, Deni Surjantoro mencatat pendapatan APBN itu naik 10,5% dari periode yang sama 2025 lalu.
"Secara rinci, Pendapatan Negara mencapai Rp574,9 triliun atau 18,2% APBN. Angka ini tumbuh 10,5% (yoy), memperlihatkan kapasitas pendapatan negara tetap terjaga dengan baik di tengah tantangan global," kata Deni dalam keterangan resmi, Jumat (30/4/2026).
Pajak Sumbang Paling Besar
Target pendapatan APBN sebesar Rp 3.153,6 triliun, sehingga capaian kuartal I-2026 ini setara 18,2% dari APBN. Realisasi terbesar disumbangkan sektor perpajakan dengan nilai Rp 462,7 triliun atau tumbuh 14,3% secara tahunan.
Angka ini didapat dari penerimaan pajak sebesar Rp 394,8 triliun atau setara 16,7% APBN dan naik 20,7% secara tahunan.
Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai sebesar Rp 67,9 triliun atau 20,2% APBN. Sementara itu, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) menyumbang Rp 112,1 triliun atau 24,4% APBN. Serta penerimaan hibah mencapai Rp 100 miliar atau 17,2% target APBN.
"Kinerja APBN hingga 31 Maret 2026 menunjukkan fondasi fiskal Indonesia tetap kuat, sehat, dan bekerja efektif. APBN terus hadir menjaga daya tahan ekonomi nasional, mendukung masyarakat, serta memastikan agenda pembangunan berjalan konsisten," tutur Deni.
Disclaimer: Semua artikel yang ada di blog ini hanyalah contoh atau dummy untuk keperluan pembuatan dan demo template Blogger. Kontennya tidak mencerminkan informasi atau berita yang sebenarnya.


Posting Komentar