MUI: Hilirisasi Bukan Sekadar Strategi, tapi Memastikan Kekayaan Kembali ke Rakyat
![]() |
| Sumber: google.com |
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menekankan bahwa pengelolaan Sumber Daya Mineral (SDM) harus diarahkan tidak hanya pada eksploitasi, tetapi pada penciptaan nilai tambah yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Ketua MUI Bidang Ekonomi, Azrul Tanjung menyampaikan bahwa tambang memiliki legitimasi dalam perspektif Islam selama dikelola secara adil, tidak merusak lingkungan, dan memberikan manfaat luas.
Dalam konteks kekinian, pendekatan tersebut tercermin melalui kebijakan hilirisasi yang juga didorong oleh peran holding industri pertambangan seperti MIND ID dalam memperkuat nilai tambah dan kedaulatan sumber daya nasional.
"Hilirisasi bukan sekadar strategi ekonomi, tetapi jalan untuk memastikan kekayaan alam benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata," ujar Azrul seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/4).
Menurut dia, pengolahan mineral di dalam negeri, seperti pengembangan nikel untuk ekosistem kendaraan listrik atau batu bara menjadi produk turunan seperti dimethyl ether (DME) mampu meningkatkan nilai tambah secara signifikan, sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat kemandirian industri nasional.
Kendati demikian, Azrul menekankan nilai tambah saja tidak cukup tanpa tata kelola yang baik. Ia mengingatkan bahwa praktik pertambangan harus berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum.
"Tambang ilegal, pelanggaran wilayah izin hingga eksploitasi berlebihan justru bertentangan dengan prinsip keadilan dalam Islam," katanya.
Disclaimer: Semua artikel yang ada di blog ini hanyalah contoh atau dummy untuk keperluan pembuatan dan demo template Blogger. Kontennya tidak mencerminkan informasi atau berita yang sebenarnya.


Posting Komentar