Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan

Cuma 20 Menit ke Masjidilharam, Jemaah Haji dari Hotel Aziziyah Tinggal Duduk Manis di Bus Shalawat

Bus Shalawat memudahkan jemaah haji Indonesia dari Aziziyah ke Masjidilharam dalam 15-20 menit, beroperasi 24 jam, menjamin kenyamanan dan keamanan.
Cuma 20 Menit ke Masjidilharam, Jemaah Haji dari Hotel Aziziyah Tinggal Duduk Manis di Bus Shalawat
Sumber: google.com

MAKKAH — Waktu tempuh bus shalawat dari kawasan pemondokan jemaah haji Indonesia di Aziziyah menuju Masjidilharam berkisar 15 hingga 20 menit. Adanya layanan transportasi itu membuat jemaah haji bisa beribadah dengan mudah dan nyaman.

Fasilitas transportasi gratis yang disediakan bagi jemaah haji Indonesia itu beroperasi selama 24 jam dengan rute hotel–Masjidilharam–hotel. Operasional bus shalawat dapat mendukung mobilitas ibadah selama berada di Makkah.

Tim Media Center Haji (MCH) 2026 mencoba menjajal bus shalawat nomor 15 untuk mengukur waktu tempuh dari Hotel Al Hidayah di wilayah Aziziyah menuju Masjidilharam. Perjalanan memerlukan waktu sekitar 20 menit, sudah termasuk dua kali pemberhentian di check point untuk pemeriksaan identitas.

Pada pemeriksaan pertama, bus hanya berhenti singkat tanpa pengecekan mendalam. Sementara pada titik kedua yang lebih dekat ke Masjidilharam, petugas keamanan naik ke dalam bus untuk memeriksa kartu Nusuk milik penumpang.

Proses pemeriksaan berlangsung sekitar tiga menit sebelum bus kembali melanjutkan perjalanan.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya telah memperhitungkan durasi perjalanan agar tetap efisien tanpa mengorbankan kenyamanan jemaah.

"Paling lama InsyaAllah 20 menit. Rata-rata 15 menit perjalanan [dari Aziziyah ke Masjidilharam]," ujar Syarif saat diwawancarai pada Sabtu (2/6/2026).

Menurut dia, selain waktu tempuh yang relatif singkat, waktu tunggu bus juga dijaga agar tidak terlalu lama, sehingga jemaah dapat pergi menuju Masjidilharam untuk melaksanakan ibadah dengan nyaman dan tenang.

Bus Shalawat menjadi tulang punggung mobilitas jemaah, baik untuk pelaksanaan umrah wajib maupun ibadah rutin seperti salat lima waktu.

Syarif memastikan aspek keamanan selama perjalanan juga menjadi prioritas, seiring dengan pengawasan ketat yang diterapkan otoritas Arab Saudi.

"Keamanan InsyaAllah kami jamin. Selama ini tidak ada kejadian atau insiden," katanya.

Dengan skema operasional tersebut, jemaah diharapkan dapat mengatur waktu keberangkatan dengan lebih baik, terutama pada jam-jam padat, tanpa khawatir terhadap akses menuju Masjidilharam.

Namun demikian, pemerintah melalui PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri pergi ke Masjidilharam jika kondisi kesehatan kurang baik atau merasa kelelahan. Jemaah perlu menjaga kesehatan dan selalu beristirahat dengan cukup, agar mempersiapkan kondisi fisik untuk puncak haji, yakni di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Disclaimer: Semua artikel yang ada di blog ini hanyalah contoh atau dummy untuk keperluan pembuatan dan demo template Blogger. Kontennya tidak mencerminkan informasi atau berita yang sebenarnya.

Baca Juga:
Tersalin 👍
Ishar Yulian Satriani
Ishar Yulian Satriani
Pengembang template Blogger premium berkualitas di Indonesia, menghadirkan desain modern, cepat, SEO-friendly, dan mudah digunakan untuk berbagai kebutuhan website.

Berita Terbaru

  • Cuma 20 Menit ke Masjidilharam, Jemaah Haji dari Hotel Aziziyah Tinggal Duduk Manis di Bus Shalawat
  • Cuma 20 Menit ke Masjidilharam, Jemaah Haji dari Hotel Aziziyah Tinggal Duduk Manis di Bus Shalawat
  • Cuma 20 Menit ke Masjidilharam, Jemaah Haji dari Hotel Aziziyah Tinggal Duduk Manis di Bus Shalawat
  • Cuma 20 Menit ke Masjidilharam, Jemaah Haji dari Hotel Aziziyah Tinggal Duduk Manis di Bus Shalawat
  • Cuma 20 Menit ke Masjidilharam, Jemaah Haji dari Hotel Aziziyah Tinggal Duduk Manis di Bus Shalawat
  • Cuma 20 Menit ke Masjidilharam, Jemaah Haji dari Hotel Aziziyah Tinggal Duduk Manis di Bus Shalawat

Posting Komentar

Iklan
Iklan